Minggu, 21 September 2014
berbagai macam adzab. Berapa banyak umat-umat yang telah Allah ta’ala binasakan dikarenakan dosa dan maksiat. Allah membinasakan kaum Nuh ‘alaihissalam dikarenakan mereka berbuat kesyirikan di muka bumi ini dengan ditenggelamkan dengan banjir yang sangat besar. Kemudian disusul oleh kaum Nabi Hud ‘alaihisssalam yang Allah binasakan dengan adzab yang sangat pedih. Maka seorang mukmin hendaknya mengambil pelajaran dari kisah-kisah tersebut untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa dan menjauhi segala larangan-Nya. Firman-Nya: “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (QS. Yusuf: 111) Keenam: Kemaksiatan dapat mewariskan kehinaan bagi pelakunya. Sesungguhnya kemuliaan hanya dapat diperoleh dengan ketaatan kepada Allah ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya.” (QS. Fathir: 10) Sebaliknya, perbuatan maksiat yang dilakukan seorang hamba akan melahirkan kehinaan dalam dirinya, yang mana hal tersebut dapat menyebabkan kehinaan pula bagi dirinya di akhirat kelak. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat beberapa pelaku kemaksiatan melalui lisannya, seperti laknat beliau atas wanita yang menyambung rambut atau yang meminta disambung, terhadap orang yang bertato atau meminta ditato (Muttafaq ‘alaihi). Sebagaimana juga beliau melaknat orang yang makan riba, yang memberikan riba, penulisnya dan kedua saksinya (HR. muslim). Sebab hal di atas termasuk bentuk kemaksiatan kepada Allah dan rasul-Nya, dan barang siapa yang bermaksiat kepada Allah maka Allah akan melaknatnya. Dan arti dilaknat di sini adalah dijauhkan dari rahmat Allah ‘azza wa jalla. Kedelapan: Penyebab kerusakan di muka bumi. Di antara pengaruh yang sangat kompleks dari perbuatan dosa dan maksiat adalah terjadinya kerusakan di muka bumi seperti gempa bumi, tsunami, banjir bandang, krisis moneter dan lain sebagainya. Allah tabaaraka wa ta’ala berfirman: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. ar-Rum: 41) Diriwayatkan dari Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati perkampungan kaum Tsamud. Beliau melarang para sahabatnya untuk melewati perkampungan mereka kecuali dalam keadaan menangis. Beliau juga melarang minum dari air-air mereka dan mengambil air dari sumur sumur mereka. Penutup Hanya inilah sekelumit pengaruh-pengaruh dosa dan maksiat yang dapat disuguhkan. Disana masih banyak lagi yang tidak diketahui kecuali oleh Allah ‘azza wa jalla. Kita memohon kepada Allah tabaaraka wa ta’ala agar senantiasa diberi pertolongan dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan ketaqwaan dalam sanubari kita dan terus bersemi di dalamnya sampai ajal menjemput kita. [Oleh: Aulia Ramdanu] MUTIARA ATSAR SAHABAT Anas bin Malik rahdhiyallahu ‘anhu berkata (HR. Bukhari, no. 6127): “Sesungguhnya kalian mengerjakan perbuatan-perbuatan, yang pada pandangan kalian ia lebih lembut dari rambut, sementara kami dahulu para masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap termasuk dosa besar yang dapat membinasakan.” Ibnu Mas’ud rahdhiyallahu ‘anhu berkata (HR. Bukhari): “Sesungguhnya orang mukmin melihat dosanya seolah-olah ia berada di bawah gunung, ia khawatir gunung itu akan roboh menimpanya. Sedangkan tukang maksiat melihat dosanya seperti seekor lalat yang menempel di hidungnya, ia menyingkirkannya begitu saja dan lalat itu pun terbang.”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar